JANGAN LAKUKAN 4 HAL INI JIKA TIDAK INGIN BANGKRUT


Judul artikel hari ini mungkin ga biasa, karena memang saya mau menekankan hal lain. Hal-hal yang jarang diulas tapi sebenarnya penting banget. Di sharing saya hari ini saya mau menekankan agar kita jangan seperti 4 hal ini supaya terhindar dari kebangkrutan. Oke sudah pada siappp? tanpa berlama-lama, ini dia 4 Hal yang membuat pebisnis lebih cepat bangkrut.



GA MAU DENGAR APA KATA KONSUMEN

Bisnis yang cepat melesat karena si pemilik bisnis pintar melihat kebutuhan pasar, selalu dengar apa kata konsumen dan kebalikannya bisnis yang nyungsep karena ga pernah mau dengar apa kata konsumen.

Kalau kita mau membuat konsumen puas, maka kita harus dengar apa kata mereka. Bagaimana caranya? Kita bisa minta masukan dari pelanggan, lakukan survei kecil-kecilan, coba ngobrol dengan calon pembeli, dan lain-lain. Intinya kita OPEN, kita terbuka untuk mendengar apa maunya konsumen.

LAMBAT BERINOVASI

Lihat tragedi beberapa brand ini? NOKIA, SIEMENS, ERICSSON, MOTOROLA. Saya yakin banget salah satu diantara Anda pasti pengguna brand ini. Saya pun menggunakan beberapa brand ini dulu. Tragedi apa yang dialami brand-brand ini? Tragedi ditinggal konsumen. Tragedi yang paling menyakitkan untuk sebuah bisnis adalah ditinggal konsumen.

Ini sedih banget, padahal dulu mereka adalah THE BIG FIVE produsen ponsel lho. Namun sayang hari ini mereka hanya menjadi pemain non unggulan, bahkan diantaranya sudah tinggal sejarah di ranah handphone. Apa yang membuat ditinggal konsumen? Merek-merek ini lambat berinovasi. Kalah dari serbuan handphone-handphone Korea dan Cina.

BOROS

Kadang miris, ternyata ga sedikit pebisnis pemula yang bangkrut bukan karena adanya pesaing, tapi karena masalah internal, alias problem karena diri sendiri. Apa itu? Masalah di keuangan yang boros. Omzet belum juga gede tapi kepinginnya udah banyak. Yang paling parah lagi adalah dalam pengaturan keuangan, yaitu tidak adanya kejelasan antara uang bisnis dan uang pribadi, semuanya nyampur. Memang kenapa ga boleh dicampur?

Begini simpelnya, rekening bisnis itu ya untuk keperluan bisnis ga bisa dicampur dengan rekening pribadi, jangan sampai cashflow keuangan bisnis kita habis menguap karena beli ini beli itu yang ga perlu. Bukannya untuk modal selanjutnya, eh malah habis dipakai untuk konsumsi pribadi.

Hal yang sederhana bisa dilakukan adalah keuangan bisnis dan keuangan pribadi ga boleh dicampur, harus dipisah! Selain itu jika Anda masih merintis bisnis, jangan boros, jangan sok-sokan belanja ini belanja itu, ingat hemat itu penting, jagain hingga keuangan kita aman dulu.

CEPAT PUAS

Pebisnis yang cepat puas adalah pebisnis yang rentan untuk dilibas pesaing. Lho kok bisa? Tentu saja bisa, sebab perasaan cepat puas ini akan menular ke banyak hal dalam bisnis. Produk jadi lambat berinovasi, si owner jadi enggan dengar apa kata konsumen karena sudah merasa puas dengan keadaan. Kalau terus menerus dibiarkan, ujung-ujungnya akan mirip seperti tragedi merek-merek handphone diatas. Ngeri!

Cepat puas ini adalah temennya comfort zone, zona nyaman yang membuat pebisnis jadi lambat untuk berinovasi, lambat belajar, lambat untuk ambil keputusan. Cepat puas dan zona nyaman ini yang membuat si pebisnis jadi malas untuk belajar hal-hal baru, enggan untuk terbuka dengan perubahan yang terjadi, ujung-ujungnya lambat untuk beradaptasi dengan kondisi zaman dan persaingan. Ingat, era internet membuat persaingan sangat cepat berubah. Siapa yang lambat beradaptasi akan tertinggal

Ingat Mendiang Steve Job? beliau saja bilang begini, stay hungry, stay foolish, atau kalau Bahasa simpelnya, jangan pernah puas dan harus terus-menerus belajar. Slogan ini sangat terkenal hingga mengantarkan perusahaan Apple si penelur Iphone dan Ipad bernilai ribuan triliun, ribuannnnn..

Okehhh, pelajaran apa yang bisa diambil dari beberapa hal diatas. Kuncinya adalah kita harus terbuka untuk belajar. Belajar untuk mendengar konsumen, belajar untuk berinovasi, belajar untuk mengatur keuangan dan belajar untuk tidak cepat puas.

Belajar bisnis itu ga harus ambil kuliah di ekonomi seperti saya di FEUI 10 tahun lalu, banyak kok sarana belajar bisnis lain. Bisa dari Internet, bisa dari Facebook, bisa baca buku atau ikut akademi belajar online.

Tapi saya mau mengingatkan lagi. Belajar itu jodohnya praktek, praktek itu jodohnya Belajar. Hah? Mereka berjodoh? Iya bener hehe. Begini deh, belajar tapi ga pernah praktek, hasilnya akan NOL BESAR, dan sebaliknya kalau praktek tapi ga tahu ilmunya, maka HASILNYA juga GITU-GITU aja.

Sudah menyediakan waktu untuk upgrade ilmu? Sudah mulai action? Kalau belum, sekaranglah waktunya. Lebih cepat belajar dan praktek, maka hasilnya akan lebih cepat Anda terima.

Segera ACTION tanpa TAPI tanpa NANTI


--------------------
Silakan share dan comment apa pendapatmu..


Salam Sukses, 

sumber: Hermas Puspito

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "JANGAN LAKUKAN 4 HAL INI JIKA TIDAK INGIN BANGKRUT"

Post a Comment